Senja Pahit Si Kapin








   sebuah sayap terurai dari rintik hujan yang mengepak deras.
kepalan tanganku terbuka menuangkan sejuta pelih yang hendak ku sampaikan padaNya
deruannya mewakili rengekanku yang tertelan kerasnya hujan renyai malam pekat.
     tiada dayaku malam itu Kapin yang elok tiap saumnya muram sejenak.
 tiada cerita jenaka lagi darinya
prihal perkara ahirat yang selalu menghujam hati.
apa orang yang lawak akan masuk tirai api yang kejam ?
  Apa aku telah salah membuat sejuta orang tertawa lepas oleh lawakanku.
aku telah berdosa aku akan masuk kedalamnya karena telah berbohong demi senyum di mulut penontonku.

Komentar